Lama Tsongkhapa

Mengenai Lama Tsongkhapa

“Pada tahun 80-an, ketika saya memiliki keberuntungan untuk tinggal bersama His Eminence Geshe Tsultrim Gyeltsen La di Los Angeles selama 8 tahun, saya bertanya kepada Geshe La, bila dia hanya memiliki satu rupa di altarnya, rupa apakah itu?  Geshe La segera menjawab, ‘Lama Tsongkhapa!’”  H.E. Tsem Tulku Rinpoche ke-25

Siapakah dia?

Kelahiran pertapa abadi dan orang suci, Lama Tsongkhapa, telah diramalkan sebelumnya oleh Budha Sakyamuni.  Budha Kebijaksanaan, Pengasih, dan Aplikasi Tepat (i.e., Manjushri, Avalokiteshvara, dan Vajrapani) bereinkarnasi dalam diri anak suci ini. Dengan kejeniusannya, teladan dalam hal keseimbangan antara teori intelektual dan tindakan, rendah hati, dan energi tak terbatas, anak suci ini mengembalikan kemurnian budha dharma seperti semula, dan menyebar-luaskannya dalam waktu singkat di Tibet, Mongolia, Tiongkok, dan India.

Pada usia lima tahun, Lama Tsongkhapa telah mempraktekan metode tantra secara mendalam. Setelah ditahbiskan menjadi biksu oleh H.H. Karmapa Ke-4, Je Tsongkhapa belajar dibawah bimbingan tidak kurang dari 45 Guru dari berbagai tradisi yang ada.

Gelugpa

Setelah menjalani pertapaan selama delapan tahun, memakan satu biji tumbuhan setiap hari, melakukan sujud namaskara sebanyak 3.5 juta kali dan mempersembahkan mandala sebanyak 1.5 juta kali, banyak dewa dan dewi yang menampakan diri secara langsung kepadanya. Lama Tsongkhapa berkomunikasi dengan Manjushri selama sisa hidupnya. Vajrayogini menyarankan beliau untuk memilih warna kuning untuk topi yang akan dipakainya untuk mengajar. Aliran agama Budha yang berasal dari Je Tsongkhapa, Gelugpa, juga dikenal sebagai “Aliran Topi Kuning” karena alasan yang tersebut.

Je Tsongkhapa mendirikan tiga biara besar, Gaden, Drepung, dan Sera yang menghasilkan banyak Maha Guru yang berpegang pada tradisi Gelugpa dan menyebarkannya ke seluruh dunia.  Je Tsongkhapa juga menulis banyak naskah yang tidak tertandingi kedalaman dan kejelasannya. Naskahnya yang paling terkenal berjudul Fase Dalam Jalan Menuju Pencerahan (Stages on the Path to Enlightenment)

Lama Tsongkhapa sering disebut sebagai Budha ke-2 oleh Maha guru yang hidup pada jamannya. Lama Tsongkhapa berasal dari dataran salju, Tibet. Kesuciannya sebagai biksu dan intelektual tidak tertandingi. Beliau juga merupakan Maha Guru bagi ribuan murid pada masa tersebut dan jutaan murid pada masa sekarang.

Manfaatnya

Memiliki rupa [contoh: Tza Tza, rupang, atau lukisan, dll.] dari Lama Tsongkhapa akan membawa manfaat besar untuk mengharmonisasikan energi dimanapun representasi ini ditempatkan. Manfaat langsung dapat dilihat dalam bentuk stabilisasi kekayaan dan kebahagiaan. Masalah kekurangan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, tempat berteduh akan selesai dengan sendirinya. Representasi Lama Tsongkhapa juga diketahui untuk memberikan efek yang menenangkan terhadap pikiran yang gelisah dan emosi negatif. Memberikan persembahan kepada Lama Tsongkhapa dan melakukan meditasi dan ajarannya akan memberikan kita kesempatan untuk mengembangkan kebijakan, kasih sayang, dan kekuatan dalam diri kita.

Manfaat lain dari praktek ini adalah menghancurkan semua masalah dan kesulitan.  Hal ini dilambangkan dengan pedang kebijaksanaan yang membara di atas teratai di sisi kanannya.  Buku Dharma di atas teratai di sisi kirinya mengindikasikan bahwa dengan berlindung kepadanya, seseorang dapat mencapai kebijaksanaan yang lebih tinggi dan kedamaian, ketenangan dan pada akhirnya, Pencerahan.

Migtsema

Meditasi Je Tsongkhapa Guru Yoga (Gaden Lhagyama) mudah, menyenangkan, dan dapat dilakukan siapa saja, walaupun begitu, sangat dalam maknanya. Meditasi ini dapat menyembuhkan depresi, rasa gelisah, penyakit dan memberikan perlindungan terhadap energi negatif, peningkatan intelektual dan pengertian, kebahagiaan dan kedamaian bagi yang melakukannya.

Energi spiritualnya dalam bentuk vokal (mantra) dapat membantu dalam hal transformasi pikiran. Mantra ini juga dikenal dengan nama Migtsema:

MIG-MEY TZE-WEY TER-CHEN CHENREZIG


DRI-MEY KHYEN-PI WANG-PO JAMPAL YANG


DU-PUNG MA-LU JOM-DZEY SANG-WEY DAG


GANG-CHEN KE-PEY TSUG-GYEN TSONGKHAPA


LO-SANG TRAG-PEY SHAB-LA SOL-WA DEB

  • Sajak mengenai Pengalaman Gaib Lama Tsongkhapa

    Sajak mengenai Pengalaman Gaib Lama Tsongkhapa O Pangeran penakhluk laksana matahari Yang kebijaksanaanNya seluas surga Memiliki pengetahuan yang luar biasa Dan melihat semua hal dalam sifat yang sebenarnya Dan apa yang sepertinya terlihat O Venerable penguasa Dharma, Guru yang paling sempurna Debu ...
  • Pujian pada Tsongkhapa yang Tiada Tara

    Pujian pada Tsongkhapa yang Tiada Tara Oleh Gyalwa Mikyo Dorje, Karmapa Ke-8 (1507-1554) Suatu waktu, Gyalwa Mikyo Dorje berpergian melintas Perbatasan Charida, pemikiran mengenai Tsongkhapa yang tak tertandingi mengalir di dalam dirinya. Dengan keyakinan yang mendalam, beliau ...
  • Tiga jalan utama

    Saya bersujud pada para lama tinggi dan suci Sejauh saya bisa, saya akan menjelaskan esensi dari seluruh ajaran tinggi para Pemenang, jalan dari putra yang mulia, pintu masuk bagi yang beruntung ...
  • Je Tsongkhapa “Tiga Aspek Utama dari Jalan”

    Oleh Yang Mulia Dalai Lama Diterjemahkan oleh Lobsang Jordhen & diedit oleh Jeremy Russell Yang Mulia memberikan ajaran ini atas permintaan sekelompok murid dari Prancis di wihara utama di Thekchen Choling pada ...

2,855 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini