Engkau Belum Melihat Yang Terakhir Dariku

Engkau Belum Melihat Yang Terakhir Dariku 1

Diriku saat berusia 17 tahun di Los Angeles, California

Aku menemukan lagu ini secara kebetulan. Aku kagum dengan ketahanan Chers. Dia tidak seperti bintang pop lainnya yang memudar, dia bergerak seiring waktu dan tetap seperti itu. Aku menduga itu adalah rahasia untuk bertahan pada apapun yang kau lakukan. Lakukan yang kau suka dengan antusias, tau apa yang kaulakukan, namun perbarui dirimu seiring waktu, jangan stagnan. Dunia tidak menunggumu. Kau harus mengejar, tertinggal di belakang terdengar biasa saja, tapi itu bukan sesuatu yang baik.

Engkau belum melihat diriku yang memiliki kenangan masa lalu yang kuat dan mengingat banyak yang menghinaku, mengatakan aku tidak akan berhasil atau mereka meyakinkan aku tidak dapat melakukan apa yang kuinginkan. Terkadang aku mempercayai mereka, kebanyakan tidak. Aku tidak berhasil dan itu benar. Aku rasa kata-kata tersebut subjektif. Aku mungkin bukan bintang dunia, namun aku melakukan apa yang kuinginkan sejak masih kanak-kanak. Banyak rintangan yang menghalangiku. Terkadang aku tidak tau apa yang membuat aku tetap hidup atau bertahan. Percayalah padaku ketika aku mengatakan telah ratusan kali selama 35 tahun terakhir aku ingin menyerah namun tidak bisa dan tidak yakin karena aku tidak diizinkan atau aku tidak menyerah. Aku yakin memiliki malaikat pelindung. Aku masih harus meraih tujuanku dalam kehidupan ini, namun aku tidak berada dibawah kaki gunung. Banyak yang mengatakan aku tidak dapat mencapai apa yang kuinginkan. Berikut adalah beberapa kenangan yang akan kubagikan kan dan aku tidak terlalu melekat pada hal tersebut, namun itu terjadi dan lagu ini membangkitkanku untuk berbagi disini di blog pribadiku. Pada kesan pertama terlihat negative, tapi lihatlah lebih dalam.

1. Ibuku memberikanku pada orang lain ketika aku masih bayi. Aku adalah aib yang memalukan baginya. Sebuah pengingat kenangan buruk dari ayahku yang sangat melukainya dan ibu tak inign mengingatnya. Aku diberikan kepada orangtua angkat. Aku mengingatkannnya pada penderitaannya. Maaf. Selama bertahun-tahun aku merasakan aku kurang pantas untuk dicintai seorang ibu layaknya yang lain. Namun aku menyadari, aku berhak untuk mendapatkan cinta itu, aku tetap menunggu darinya. Anak haram sepertiku seharusnya tidak dilahirkan dan hilang, tapi aku tidak. Ibu, aku tidak menghilang, tapi aku tidak muncul untuk mengingatkanmu pada penderitaanmu, tapi adalah untuk diriku sendiri dapat memahami aku bukanlah penyebab penderitaanmu. Aku akan bangkit dan bangga pada diriku walaupun engkau tidak. Aku harap itu akan berubah. Aku berharap suatu hari engkau akan menghubungiku karena aku tau aku berhak mendapatkan kasih sayangmu.

2. Orangtua angkatku di US mengatakan aku tidak akan berhasil dalam apapun, aku tidak akan mempunyai teman. Aku bermulut besar. Aku melukai orang. Aku bukan orang yang baik. Aku adalah aib mereka. Mereka tidak mengakuiku. Mereka berkata ini terus menerus selama bertahun-tahun ketika ibu angkatku memukulku, menghukumku, mengancamku, mengecewakanku dan membuatku merasa kotor, tidak berharga, rendah dan tak cukup baik. Selama bertahun-tahun di masa remajaku, aku benci melihat diriku di cermin. Aku tidak mempercayai ketika orang-orang memujiku dalam hal apapun yang mereka lihat baik. Aku berpikir mereka mengatakannya hanya karena merasa tidak enak padaku. Aku tidak suka diriku dilihat, didengar, dipuji, dan lainnya karena aku tidak cukup baik. Aku tidak sebanding dengan siapapun. Aku sudah dijuluki demikian. Namun dari waktu ke waktu aku melihat pertanda aku adalah orang yang baik, aku berharga dan aku pantas mendapatkan teman, cinta dan pemberian yang baik. Pertanda itu tidak sering muncul, namun ketika muncul, itu memberiku harapan. Aku tumbuh sendirian, kabur, berkelahi dan bekerja keras untuk bertahan di jalanan Los Angeles. Orang-orang selalu memuji suaraku, penampilanku, kepintaranku, kesigapanku, sensitivitasku, pengetahuan Dharmaku, namun aku tak mempercayai mereka. Aku tidak dapat mempercayai mereka. Itu bukan aku yang mereka bicarakan. Hal lucu yang kuinginkan adalah memiliki suara yang bagus. Aku ingin berpenampilan tampan. Aku menduga aku akan pintar, sigap dan peduli. Di dalam diriku, terkadang pikiran yang muncul mungkin benar. Aku berkata yang baik untuk diriku.

Engkau Belum Melihat Yang Terakhir Dariku 2

Diriku di Vihara Thubten Dhargye Ling di Los Angeles

3. Ketika aku kabur ke Los Angeles di usia 16 tahun, itu adalah perjuangan yang berat. Aku belum pernah melakukannya dan di kota yang besar. Aku tidak mempunyai uang, pendidikan, tidak dibawah perawatan orangtua dan tidak mendapat bantuan. Aku harus melakukan 3 pekerjaan paruh waktu secara bersamaan untuk bertahan. Aku bekerja 7 hari seminggu dan lebih dari 12 jam atau lebih per hari. Akhirnya aku mampu membayar sewa dan cukup untuk membeli makanan, melunasi tagihan, membeli pakaian dan keperluanku. Aku tidak memiliki apapun. Aku ditawarkan menjadi penghibur berkali-kali dan aku menolaknya. Aku pernah ditawarkan melakukan pornografi berkali-kali, aku menolaknya. Mereka sangat gigih. Aku pernah ditawari obat-obatan, aku menolaknya. Aku ditawari untuk menjadi simpanan untuk orang-orang yang sangat kaya beberapa kali, aku menolaknya karena aku tidak ingin kehilangan kebebasan dan tujuan spiritualku. Aku sangat teguh. Aku pernah berpikir tentang kemudahan mendapatkan uang dengan menjadi penghibur, menjadi simpanan dan melakukan pornografi sebagai pekerjaan jangka pendek. Aku memiliki kartu nama mereka di tanganku. Aku sangat tergoda untuk menelepon. Aku takut dan khawatir. Aku tidak ingin hanyut dalam dunia penuh control, penyiksaan dan penderitaan demi uang. Aku meninggalkan rumah dan semua penyiksaan yang kuterima dan tidak ingin masuk lagi kedalamnya. Aku sangat memerlukan uang. Aku tidak memiliki uang dan tak ada yang menolongku. Tapia ku bertahan. Aku mengikuti keteguhan spiritualitasku dan memutuskan untuk menentang semua itu. Aku hampir saja hamyut kedalamnya. Namun aku sanggup menghentikan diriku. Aku menjaga harga diriku. Aku bekerja di Laundromats, McDonald’s, restoran, kantor real estate, bank, perusahaan fotografi (Fotomat), dan lainnya untuk bertahan. Aku harus bertahan. Aku ingin menjadi biksu. Aku ingin pergi ke India. Aku ingin bersama dengan Guruku. Ada banyak sekali yang membuatku putus asa di L.A. aku hanya sedikit menceritakannya pada saat ini, dan aku sering mengalami putus asa. Aku sangat kesepian. Tapi aku ingin melakukan praktek Dharma dan fokus pada itu. Aku telah putus asa berkali-kali semasa remaja. Hal yang membuatku terkejut adalah melihat betapa mudahnya hidup bagi sebagian besar anak-anak muda yang aku temui disini. Mereka bertumbuh dalam situasi yang mudah.

4. Ketika aku tinggal di Vihara Thubten Dhargye Ling di Los Angeles, guru spiritual kami adalah Geshe Tsultrim Gyeltsen. Dia sangat baik padaku. Aku sangat menyayangi dan menghormatinya. Aku masih demikian. Kebapakan dan tidak menghakimi, tegas namun penuh cinta kasih. Aku terkagum. Gurunya HH Kyabje Zong Rinpoche sedang mengunjungi vihara kami. Aku banyak mendengar tentang Zong Rinpoche. Aku tergetar penuh kegembiraan. Aku tak percaya Guru hebat seperti beliau akan datang ke vihara kami dan tinggal selama 6 bulan! Geshe Tsultrim Gyeltsen menunjukku untuk menjadi koki, pembantu, dan asisten pribadi Zong Rinpoche! Aku merasa Wow! Diriku? Aku melayani seorang Buddha hidup? Aku? Aku sangat gembira dan terhormat. Aku membaca jika kita melayani Lama agung, kita mempurifikasi begitu banyak karma buruk, mengumpulkan banyak sekali kebajikan. Dengan melayani makhluk agung yang tercerahkan secara spiritual, kita akan mampu memperoleh pengetahuan Dharma lebih cepat dan mencapai realisasi lebih cepat daripada biasanya. Aku sama sekali tidak berpikir melayani Zong Rinpoche adalah sebuah pekerjaan melainkan sebuah kesempatan spiritual yang hanya datang sekali dalam 10 eon! Aku berbelanja, memasak untuk Rinpoche, membersihkan ruangan Zong Rinpoche, menyiapkan makanannya. Aku mengunjungi beberapa tempat di L.A. bersamanya, menemaninya berbelanja dan membawakan tasnya! Aku melipat pakaiannya, mempersiapkan barang-barang persembahannya, membersihkan ranjangnya, membersihkan cuciannya, dan aku bahkan memakan berkah sisa makanannya! Namun beberapa anggota vihara mengatakan kepada Geshe Tsultrim Gyeltsen aku tidak pantas untuk posisi tersebut, aku adalah anak jalanan aku kotor dan tercemar. Aku seharusnya tidak diizinkan berada di deket seorang guru besar seperti itu. Aku akan mencemarkan nama baik guru tersebut. Aku kaget dan sakit hati. Aku hanya berusia 18 tahun, lari dari rumah dan disiksa, seorang anak angkat tanpa orangtua yang mengungsi ke sebuah vihara dan apa yang kudapatkan ? Aku dikatakan tercemar. Aku dijatuhkan kembali. Aku sedih untuk beberapa saat. Geshe-la menghiraukan komentar-komentar yang kasar dan mengatakan padaku untuk terus melanjutkannya, aku menangis. Aku sangat gembira. Aku sangat terharu. Geshe-la memmpercayaiku, seseorang yang memiliki kepercayaan yang besar padaku! Ketika Zong Rinpoche akhirnya tiba, Aku siap untuk melayani dan ketika bertemu dengannya untuk pertama kali, aku 100% membayangkannya dan percaya bahwa dia adalah Buddha Heruka. Aku masih melakukannya 25 tahun kemudian. Kami menjadi sangat dekat. Dia menunjukkan padaku banyak cinta, kasih sayang dan perhatian. Sudah lama aku tidak mendapatkan kasih sayang seperti ini dan seorang Lama agung yang tercerahkan mengetahuinya? Dia sering menyentuhku dengan kasih sayang atau mengizinkanku untuk memijatnya. Anak lelaki yang tercemar menyentuh tubuh suci seorang biksu Buddha hidup! Aku menyayangi Zong Rinpoche dari lubuk hatiku. Aku mempercayainya sejak saat itu hingga hari ini. Dia meramalkan akan baik bagiku untuk menjadi seorang biksu dan lebih bermanfaat dibandingkan menjadi seorang aktor. Dia berkata dengan percaya diri bila aku menjadi seorang aktor aku akan mencapai kesuksesan namun menjadi biksu akan lebih baik. Aku ingin memberikan sumbangsih untuk Thubten Dhargye Ling dan juga ingin menjadi biksu. Hal ini merupakan persimpangan yang saling berlawanan. Jika aku memilih menjadi seorang biksu, Dia mengundangku ke Gaden dan tinggal di rumahnya! Di Zong Ladrang, aku dapat menetap di rumahnya! Aku tidak membiarkan beberapa orang di vihara yang berprasangka buruk kepadaku menang. Aku harus melayani Zong Rinpoche. Sisanya adalah sejarah.

Engkau Belum Melihat Yang Terakhir Dariku 3

5. Ketika aku ingin ditahbiskan, kebanyakan orang bertentangan denganku di New Jersey tempat asalku dan beberapa di Los Angeles. Mereka berkata aku berjalan ke arah yang salah. Aku tidak didukung. Ketika aku kelaparan di Gaden tanpa dukungan keuangan aku diberitahu itu karena apa yang aku pilih sehingga aku harus menanggungnya sendiri. Aku membuat tempat tidurku sendiri dan aku harus tidur disana. Beberapa orang di Gaden mengatakan bahwa aku dan yang lainnya tidak akan berarti apa-apa. Aku adalah pendatang asing dan aku hanya akan berada disana untuk sementara dan kemudian akan pergi. Tidak ada gunanya memberi perhatian padaku. Tidak ada gunanya mempertimbangkanku. Ayahku tinggal di Taiwan dan orang-orang Taiwan dan Tibet tidak berhubungan baik pada waktu itu (sekarang tidak masalah). Aku dituduh menjadi mata-mata Taiwan. Aku dikirim ke Gaden untuk mengumpulkan informasi untuk dikirim kembali ke Taiwan. Komunitas Tibet menyadap semua surat-suratku dan menginterogasiku untuk memaksaku mengakui aku adalah mata-mata Taiwan! Surat-surat ditempelkan di dinding biara dan isinya mencela diriku sebagai mata-mata. Aku adalah mata-mata? Sungguh konyol! Aku dikucilkan dan diawasi di India ketika aku di Gaden selama beberapa tahun. Aku tidak pernah menjadi mata-mata. Aku datang ke Gaden dari US karena janjiku kepada guruku. Hanya itulah alasan aku datang. Akhirnya HH Dalai Lama melakukan kunjungan bersejarah ke Taiwan dan hubungan antara Taiwan dan Tibet menjadi hangat. Semua tuduhan terhadapku sebagai mata-mata dihapuskan. Pada waktu itu,aku mengkontemplasikan meninggalkan Gaden dan kembali ke US. Aku hampir membiarkan penggosip menang namun aku tidak, aku tidak bergeming. “Mata-mata” itu tetap tinggal! Aku meminta pada Geshe Thupten Jinpa untuk menerjemahkan untukku dan mengatakan pada pejabat resmi monastic untuk melihat langsung wajahku dan mengatakan bahwa aku bukanlah mata-mata dan berhenti menuduhku. Dia mundur, aku bangkit kembali setelah beberapa kali dituduh dan dikritik.

6. Ketika aku bertemu guruku, beberapa diantara mereka saat berkumpul pada meeting pertama mengatakan aku adalah reinkarnasi dari ini dan itu. Aku harus bertahta secara resmi. Aku harus bertahta. Ketika aku akhirnya dipastikan sebagai reinkarnasi, beberapa temanku menulis surat untukku dan mereka tidak mempercayainya.Mereka berhenti menjadi temanku. Aku terkejut. Beberapa dari mereka menulis surat padaku setelah bertahun-tahun kemudian untuk meminta maaf dan mengatakan itu bukanlah tentang diriku yang merupakan inkarnasi asli atau bukan, melainkan karena mereka cemburu aku menjadi ‘sesuatu’ dan mereka nyaman dengan itu sementara mereka masih begitu-begitu saja. Beberapa membuat rumor/kabar agar tidak memberi hormat padaku, atau aku seharusnya tidak dikenali karena mereka tidak menganggap aku ada. Tapi aku menyadari itu adalah kecemburuan. Para Lama agung yang melantikku menyuruhku untuk belajar, menjadi baik hati dan seiring waktu, dengan tindakanku aku akan membuktikan siapa diriku. Aku adalah diriku apa adanya. Mohon maaf apabila aku disebut sebagai seseorang yang melukaimu atau membuka kekuranganmu. Aku tidak berubah bahkan dengan gelar baruku, namun kau berubah. Aku bahkan meminta pada guruku suatu kali untuk menarik kembali gelar Tulku atau Rinpoche. Mereha menyuruhku untuk tetap berdiri di tempat. Aku melakukannya. Sekarang tidak ada yang mengatakan bahwa aku bukan diriku yang dulu.

Engkau Belum Melihat Yang Terakhir Dariku 4

Ini adalah terakhir kalinya aku bertemu dengan Ibu angkatku Dana Bugayeff. Aku mengatakan padanya aku akan menjadi biksu. Aku memberinya bunga dan mengucapkan selamat tinggal. Aku tak pernah melihatnya lagi, dia tidak mengakuiku.

7. Aku diberitahu bahwa guruku itu salah. Silsilahku salah. Aku seharusnya tidak mengikuti ajaran guruku. Namun aku berdiri teguh. Sebagai hasilnya aku dikucilkan oleh beberapa orang. Beberapa teman lamaku berhenti berbicara padaku. Bahkan beberapa orang yang religius mempertanyakanku. Engkau boleh bertanya sebanyak apapun yang kau inginkan, aku tetap berbakti pada guruku dan akan melanjutkan semua praktek-prakter yang diberikannya apapun yang kau katakan. Dan aku memaafkan perkataanmu. Namun memaafkan tidak berarti aku mempercayai pendapatmu.Aku memiliki kebutuhanku, pikiranku, karmaku dan caraku mencari spiritualitasku. Jika aku memilih guruku sesuai dengan kebutuhan karmaku, kau tidak memiliki hak untuk mengkritik pilihanku, kebutuhan dan guruku. Aku adalah diriku dan guruku cocok dengan situasi karmaku. Jadi gurumu mungkin adalah guru yang sangat terkenal dengan ratusan ribu pengikut tapi belum tentu cocok dengan kepercayaan dan baktiku kepada guruku. Jika guruku sangat buruk dan ia jatuh ke neraka, maka aku akan bergabung dengannya. Namun ia tidak akan kesana begitu juga denganku. Engkau tidak dapat membuatku jatuh kesana dengan kebodohan dan kata-katamu. Aku akan melanjutkan praktekku dan silsilahku bukan karena ingin menantangmu atau untuk menang. Aku telah tersakiti oleh tuduhanmu, namun aku akan tetap setia. Itu adalah diriku. Aku akan tetap setia pada guruku apapun kabar/rumor yang kau buat dan sebarkan karena suara di dalam diriku mengatakan guruku dan silsilahnya adalah yang terbaik bagiku. Banyak diantara kalian belum melihat kebijaksanaan, pengetahuan, praktek, kasih sayang, ketabahan dan pencapaian guruku. Aku sudah melihatnya. Engkau tidak mengetahui atau mengerti kehebatan guruku. Kehebatan guru-guru mereka. Kau belum membaca biografi mereka atau mengerti apa yang telah mereka lakukan untuk yang lain selama hidup mereka. Engkau akan terharu berlinang air mata jika mempunyai waktu mempelajarinya. Kau belum melihat sikap berbakti yang sangat besar pada guru-guru mereka selama masa-masa sulit yang membawa pada hasil dan pencapaian mereka. Kau berkata aku tidak cukup pintar karena menjalin hubungan dengan guru yang “salah” seperti itu. Itu berarti kau mengasumsikan aku bodoh. Kau menilai intelegensiku. Kau tidak dapat melakukan itu. Aku cukup pintar untuk memahami apa yang aku inginkan. Pendapatmu tidak melunasi tagihanku, sehingga aku berpikir mereka tidak ada hak apapun terhadapku. Guruku cocok denganku dan dengan watak karmaku. Aku berkomitmen dengannya dan akan terus seperti itu. Kau tidak dapat mengkritik spiritualitas dan jalanku, kau tidak berhak sehingga aku akan tetap bersama dengan guruku, dengan praktek yang diturunkan padaku dan aku akan membaginya dengan yang lain. Kau tidak dapat menghentikanku karena aku tguh dan yakin. Ketika aku mulai membaginya dengan yang lain, itu sangat sulit, tapi aku akan terus melakukannya, lihatlah, engkau tidak mengetahui tentangku namun pada saatnya nanti, aku akan menyebarkan praktek guruku secara luas. Bagi anda yang pergi, ragu atau membuangnya, aku berdoa untuk kebaikanmu, namun kau belum melihat yang terakhir dariku, yang terakhir dari kami.

Engkau Belum Melihat Yang Terakhir Dariku 5

Ini adalah fotoku yang diambil 2 – 3 minggu setelah penahbisanku oleh Yang Mulia Dalai Lama pada Desember 1987. Aku adalah biksu muda pada saat itu. Idealis, antusias, ingin belajar, takut, gembira, berpikiran terbuka, percaya dan akhirnya menjadi apa yang aku inginkan yaitu menjadi seorang biksu. Aku menemui banyak rintangan didepanku meskipun aku tidak mengetahuinya.

8. Aku memulainya di beberapa vihara disini, tapi ketika aku beranjak ke vihara lain dan menetap disana 10 tahun yang lalu, aku diancam dengan wajahku akan terpampang di kertas sebagai orang jahat. Seorang biksu jahat dan sebagainya terpampang di seluruh sudut vihara. Mereka mengancamku dengan kekerasan fisik. Mereka menginginkanku untuk berada di vihara dan melakukan apa yang mereka inginkan dan bagaimana mereka menginginkannya. Mereka adalah orang biasa yang tidak pernah belajar Dharma atau tidak pernah tinggal di vihara. Namun mereka menginginkanku untuk mengajarkan apa yang mereka mau, pada waktu yang mereka tentukan dan jadwalku harus disetujui oleh mereka. Mereka ingin kuasa penuh. Aku tidak diperbolehkan untuk mendapatkan sponsor atau donator tanpa persetujuan mereka. Aku berkata tidak. Aku akan mengajar sesukaku, aku akan mengoperasikan vihara dengan sesuai. Aku akan melayani kelompok ketika aku merasa itu perlu. Mereka tidak senang. Mereka sangat tidak senang dan menentangku. Mereka membatalkan visa kerjaku tanpa kuketahui dengan niatan aku tinggal melewati batas waktu dan akan bermasalah. Mereka mengatakan aku akan dilarang, dipukuli, dan dipastikan tidak dapat tinggal disini. Mereka berlari ke vihara-vihara lain di kota mengatakan yang buruk tentangku dan berharap aku menjadi orang buangan. Itu selama beberapa waktu. Teman-teman dekat dan para donator mulai menjauhiku saat itu tidak menyokongku. Ketika kau sedang terpuruk, hanya teman sebenarnya yang akan tinggal. Sungguh klise, namun sangat benar. Aku hanya mempunyai sedikit uang, tak ada sokongan, tak ada tempat untuk tinggal disini namun aku dapat melaluinya. Mentor spiritualku menasehatiku untuk tetap sabar, untuk berusaha keras, dan menganggap ini sebagai praktekku, jangan menyerah dan lanjutkan. Aku akan bangkit kembali, aku akan dapat memberi manfaat untuk yang lainnya, aku akan dikenal. Dan semua orang-orang yang bertentangan denganku, berpaling dariku, mengancamku, dan menuduhku akan menghilang jadi kenangan. Aku mengumpulkan kekuatanku, kepercayaanku, loyalitasku dan melanjutkan usahaku. Sekarang aku mempunyai vihara sendiri dan cukup sukses dalam menyentuh banyak jiwa untuk menjadi lebih baik. Aku gembira. Sejak muda aku tidak ingin menjadi guru, namun saat ini aku menjadi guru karena instruksi dari guruku dam aku akan terus melakukannya. Viharaku melebihi banyak vihara lainnya di kawasan tersebut karena kebulatan tekad, kreatifitas dan kerja kerasku, dedikasi dan kesetiaan dari beberapa muridku. Bagi beberapa orang di vihara sebelumnya yang telah mengancam dan meremehkanku, kini mereka paham usaha-usaha yang aku lakukan ternyata berhasil. Mereka tidak dapat mengejarku. Aku ingin pergi, namun aku percaya pada guruku dan tetap tinggal.

9. Aku pernah dekat dengan beberapa murid. Kami sering bertukar pesan, makan bersama, berpergian bersama dan menyusun rencana bersama. Pada akhirnya mereka menipuku. Mereka menipu uang dan kepercayaanku. Aku terkejut. Aku tidak mencuri ataupun mengambil kepunyaan orang lain. Aku tidak akan pernah melakukannya dan tak pernah terbesit dalam pikiranku untuk melakukannya. Aku terkejut mereka dapat menipu Sangha. Mereka dapat menipu seorang biksu. Mereka dapat menipu seseorang yang mereka panggil Guru. Sedihnya, pada biksu juga ditipu di dunia nyata ini. Aku mempercayai dan membuka hati kepada mereka. Namun semua yang mereka inginkan adalah uang atau memanfaatku dalam berbagai cara. Ketika diminta untuk mengembalikan uang yang mereka ambil, itu bagaikan berbicara pada orang tuli. Beberapa murid menggelapkan uang dariku dan organisasi secara diam-diam dan selama beberapa periode waktu. Beberapa murid menginginkan kesempatan untuk bertemu orang lain untuk memanfaatkan mereka dan itulah alasan mereka bergabung ke dalam vihara. Beberapa murid tidak tau malu untuk meminta kembali apa yang mereka persembahkan padaku di masa lalu, dengan berbagai alasan. Aku mendengar ini terjadi pada guru-guru yang lainnya, namun aku masih terkejut. Apa yang kau persembahan telah dipersembahkan. Mereka berada disini terlihat seperti untuk Dharma tapi sebenarnya adalah agar dapat memperoleh uang atau sesuatu yang mereka inginkan. Beberapa telah bersama denganku bertahun-tahun namun motivasi mereka hanyalah ingin mendapatkan uang atau keuntungan finansial. Itu menghancurkan kepercayaanku dan hatiku karena aku peduli kepada mereka. Menolong mereka, memberikan mereka dharma, cinta, berpergian dengan mereka, member hadiah dan bercakap-cakap. Beberapa tinggal hingga kau meminta mereka untuk menolong, lalu mereka akan segera lari dan menjadi sulit untuk dihubungi. Wow beberapa bahkan memfitnah mengenai kebaikan yang diberikan untuk mereka! Bagaimana bisa setelah terjalin kedekatan, kau langsung menjauh pada seseorang. Pada akhirnya mereka tidak mempunya integritas atau malu. Itu membuat kepecayaanku luntur. Itu membuat aku tidak ingin mendekat, tidak ingin menemui orang-orang. Tidak ingin orang-orang dekat dengan ranah pribadiku. Namun aku aku teguh dan berkata masih ada orang-orang yang benar-benar berada disini untuk Dharma. Mereka menginginkan Dharma. Mereka adalah benar-benar murid-murid Buddhaku, teman-temanku dan orang yang dapat kupercaya. Tidak setiap orang diluar sana datang untuk memanfaatkanku, menipuku dan mencurangiku. Beberapa adalah orang yang tulus. Aku akan belajar untuk kembali mempercayai karena aku tidak ingin hidup sebagai paranoia hanya karena beberapa orang yang tidak mempunyai etika dan sikap baik seorang manusia.

Engkau Belum Melihat Yang Terakhir Dariku 6

Sketsa lukisan KECHARA WORLD PEACE CENTRE atau KWPC

10. Beberapa tahun terakhir aku berbicara kepada kebanyakan orang mengenai Kechara World Peace Center dan mereka berpendapat itu tidak mustahil. Menyerahlah. Beberapa mengatakan Malaysia tidak cukup mumpuni untuk melakukan atau menerima proyek seperti itu. Beberapa orang Malaysia mengatakan Malaysia tidak mampu untuk melakukan proyek seperti ini. Aku tidak akan mendapatkan pertolongan orang. Tidak ada yang akan mendukung atau membiayai proyek ini. Aku tidak akan pernah berhasil melakukannya. Terkadang aku mempercayai mereka. Beberapa orang yang berjanji untuk menolongku pada proyek KWPC pergi atau mengundurkan diri. Mereka tidak ingin meninggalkan zona nyaman mereka. Mereka tidak ingin berkeringat dan bekerja bersama kami. Janji-janji mereka tidak dapat dipegang. Mungkin mereka tidak yakin padaku atau mungkin mereka tidak percaya pada diri mereka sendiri. Apapun itu, aku tidak mendapatkan apapun selain pertentangan. Ada beberapa yang percaya kita dapat melakukannya, namun tidak ada yang terjadi sejauh ini. Aku merasa tidak banyak berkomitmen penuh untuk mewujudkannya. Terlalu sibuk untuk mencari uang untuk dibawa ke kehidupan berikutnya ? ya aku bukanlah siapa-siapa. Aku tidak punya banyak pengetahuan dan uang untuk ini. Ya aku tak dapat memerintahkan orang-orang terbaik untuk datang dan menolongku. Apakah mimpiku tentang KWPC hanyalah mimpi ? Sejauh ini terlihat seperti itu. Itu tidak bergerak sama sekali. Banyak yang tinggal di zona nyaman mereka dan aku merasa ini adalah rintangan terbesar. Banyak yang menunggu yang lainnya untuk melakukannya dan terjun kedalamnya ketika sudah selesai, namun tidak melakukan apapun. Bagi kalian yang percaya dengan reinkarnasi, aku diberitahu oleh Lamaku aku membangun institusi Dharma yang megah di kehidupanku yang lalu. Aku tidak mengingatnya. Lamaku berkata aku dapat mendirikan KWPC. Mereka menegaskan aku dapat melakukannya! Tetapi banyak yang mengatakan aku takkan bisa dan menunjukkannya melalui tindakan mereka. Mungkin hanya karena aku dapat melakukannya sebelumnya tidak berarti aku dapat melakukannya lagi di kehidupan ini ? Bagaimanapun juga, situasi saat ini jauh berbeda dengan kehidupanku yang lalu. Aku berada di padang gurun spiritual saat ini. Secara harfiah untuk membawa spiritualitas disini dan pada zaman ini adalah sangat sulit dan mendekati mustahil. Selama masa hidupku aku diyakinkan tidak dapat melakukan ini dan itu, aku kurang pantas untuk sesuatu yang lebih baik, aku tidak akan menjadi siapa-siapa dan aku seorang pecundang. Apakah itu benar ? Jika iya, tidak masalah. Aku tak keberatan. Namun aku tidak menghabiskan hidupku untuk mempercayai atau takut pada sesuatu yang tidak jelas seperti yang orang lain katakan atau percayai. Karena aku bukan siapa-siapa, maka aku melihat jika aku mencoba dan gagal aku tidak kehilangan apapun. Sebaliknya sesuatu dalam diriku mengatakan aku dapat melakukannya dibandingkan pertentangan yang aku terima. Tidak ada logika. Aku tidak dapat membuktikannya. Aku tidak dapat menunjukkannya. Aku bahkan tidak tau bagaimana. Namun pada akhirnya sesuatu di dalam diriku merasa dapat melakukannya. Haruskah aku percaya tindakan beberapa orang yang telah mundur mencerminkan bahwa kita tidak dapat melakukannya ? Haruskah aku percaya beberapa orang yang bersamaku tidak dapat memulai dan menyelesaikan KWPC ? Kita tidak dapat membangun KWPC ? Haruskah aku percaya pada beberapa yang mengatakan kita dapat melakukannya ? Haruskah aku percaya teman-teman setia yang merasa kita dapat melakukannya walaupun itu mungkin diluar kemampuan mereka ? Haruskah aku berpuas diri dengan apa yang sudah aku capai di Kechara sejauh ini ? Harus aku bermimpi ? Haruskah aku tetap bertahan ? Mampukah aku ?

Mendengarkan lagu yang luar biasa yang dibawakan oleh Cher sungguh membangkitkan banyak kenangan tentang bagaimana orang-orang membuatku putus asa, yang menghinaku dan merampas sesuatu dariku selama bertahun-tahun. Aku masih berdiri. Bukan untuk membuktikan mereka salah, tapi untuk membuktikan aku salah. Aku juga pernah beberapa kali tidak percaya pada diriku sendiri. Aku perlu untuk membuktikan aku salah. Cher sudah pensiun ketika mereka memintanya untuk menyanyikan lagu ini dan dia sungguh menyanyikannya dari lubuk hati yang dalam yang membangkitkan banyak kenangan dan penonton (aku) mendengarkannya.

Ya, seringkali aku merasa hancur, tak punya banyak pegangan dan sanggahan, seringkali aku berada dalam keputusasaan dan aku hancur. Beberapa kali aku berpikir tidak ingin dan tidak mampu melakukannya. Lebih mudah untuk mati dan lebih takut untuk hidup. Aku hidup karena aku tidak diizinkan untuk mati. Tubuh dan pikiranku tidak mati. Aku mendorong diriku karena aku tidak diperbolehkan untuk gagal. Aku telah merasakan kegagalan dan kemenangan. Namun kemenangan terbesarku masih mengawang di depanku. Haruskah aku dikecewakan oleh orang yang malas, licik, pencari masalah, tidak tulus di sekelilingku dan membiarkan mereka menang dan aku menyerah. Atau haruskah aku mendorong diriku untuk menang sebagai penghargaan tersayang untuk kebaikan, cinta, dukungan dan teman-teman setia di sekelilingku ? Beberapa telah bersamaku selama beberapa dekade. Aku tidak tau seperti apa diriku atau apa yang dapat aku capai. Tetapi saat aku melihat hatiku dalam-dalam, ada suara yang berseru untuk membangun sebuah institusi penyembuhan yang megah bernama Kechara World Peace Center (Kechara Forest Retreat)! Siapa yang akan bergabung denganku ? Bukan hanya kata-kata kosong tapi dengan tindakan ? Dengan usaha, dengan melakukan usaha yang lebih daripada hanya sekedar harapan ?

Nikmatilah lagunya dan aku baru saja menulis sedikit tentang hidup dan kesulitan yang kualami dalam hidup, Aku akan merilis buku. Aku diminta untuk merilis buku oleh guru-guruku.

Tsem Rinpoche

Berikut ini video klip dari Cher yang menyanyikan sesuatu yang menginspirasiku.

Feeling broken
Barely holding on
But there’s just something so strong
Somewhere inside me
And I am down but I’ll get up again
Don’t count me out just yet

I’ve been brought down to my knees
And I’ve been pushed way past the point of breaking
But I can take it
I’ll be back
Back on my feet

This is far from over
You haven’t seen the last of me
You haven’t seen the last of me

They can say that
I won’t stay around
But I’m gonna stand my ground
You’re not gonna stop me
You don’t know me
You don’t know who I am
Don’t count me out so fast

I’ve been brought down to my knees
And I’ve been pushed way past the point of breaking
But I can take it
I’ll be back
Back on my feet

This is far from over
You haven’t seen the last of me
There will be no fade out
This is not the end
I’m down now
But i’ll be standing tall again

Times are hard but
I was built tough
I’m gonna show you all what I’m made of

I’ve been brought down to my knees
And I’ve been pushed way past the point of breaking
But I can take it
I’ll be back
Back on my feet

This is far from over
I am far from over
You haven’t seen the last of me

No no
I’m not going nowhere
I’m staying right here

Oh no
You won’t see me begging
I’m not taking my bow

Can’t stop me
It’s not the end
You haven’t seen the last of me

Oh no
You haven’t seen the last of me
You haven’t seen the last of me

Sumber: http://www.lyricsondemand.com/

 

Peraturan dan Persetujuan Terjemahan

Terjemahan ini adalah hasil pekerjaan dari penerjemah pihak ketiga di luar organisasi Kechara. Apabila terjadi salah paham terhadap pengertian dari materi versi bahasa Indonesia, versi bahasa Inggris akan dianggap sebagai versi yang lebih akurat. Walaupun setiap upaya telah dilakukan untuk memeriksa akurasi dari hasil terjemahan ini, kemungkinan terjadi kesalahan tetap ada. Semua pihak yang menggunakan informasi yang didapat dari artikel ini, melakukan hal tersebut dengan resiko pribadi.

© Hak cipta dari artikel ini dipegang oleh Tsem Tulku Rinpoche. Artikel ini bisa di – download, dicetak, dan gandakan hanya untuk kepentingan pribadi atau kegiatan belajar – mengajar. Kegiatan men-download, menggandakan, tidak boleh dilakukan untuk kepentingan komersial atau untuk mewakili kepentingan perusahaan komersial tanpa ijin eksplisit dari Tsem Tulku Rinpoche. Untuk kepentingan seperti ini, harap menghubungi Ooi Beng Kooi atau Phng Li Kim dari Kechara Media and Publication.

2,009 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan sebuah Komentar

SANGGAHAN SEHUBUNGAN DENGAN KOMENTAR ATAU POSTING YANG BERASAL DARI PIHAK KETIGA DI BAWAH

Untuk catatan komentar atau posting yang berasal dari pihak ketiga dari bagian komentar di bawah tidak mewakili pandangan dari pemilik dan/atau penyelenggara situs ini, kecuali tanggapan yang secara spesifik diberikan oleh pemilik dan/ atau penyelenggara. Semua komentar atau posting atau pendapat, diskusi atau pandangan lain yang diberikan di bagian komentar di bawah tidak mewakili pandangan kami dan tidak boleh dianggap seperti itu. Kami memiliki hak untuk menghapus komentar/ pandangan yang menurut kami ofensif, tetapi bila karena jumlah atau keterbatasan sumber daya komentar atau pandangan tersebut tidak terdeteksi dan tidak dihapus, bukan berarti kami menyetujui komentar tersebut.

Kami berharap para pemberi komentar, posting, pendapat, pandangan, atau peserta diskusi di bawah akan bertindak secara bertanggung jawab dan tidak terlibat atau pernyataan yang bersifat fitnah atau menghasut dan menghina atau mengejek pihak dan individu manapun atau keyakinan mereka atau melanggar hukum.