Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden

Ketika aku tiba di Gaden aku langsung menuju Zong Ladrang (rumah). Ladrang adalah kata Tibetan untuk rumah Lama.

Aku meninggalkan USA untuk terakhir kalinya pada Oktober 1987. Ditahbiskan oleh HH Dalai Lama pada Desember 1987. Lalu pergi ke Nepal dan tiba di Gaden, India selatan pada Januari 1988.

Kyabje Zong Rinpoche menginstruksikan aku untuk tinggal di Ladrangnya pada pertemuan terakhirku dengannya sebelum ia wafat. Aku mengikuti instruksinya. Zong Ladrang dijalankan oleh manager Zong Rinpoche. Zong Rinpoche wafat dan kami tidak sabar menunggu inkarnasi selanjutnya.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 1

Managernya mempunyai 2 ruangan kecil yang terhubung dengan kandang sapi di Zong Ladrang. Sebuah ruangan kecil dengan atap ubin yang bocor menjadi ruanganku dan tidak perlu sewa. Aku senang. Aku senang berada di Gaden. Aku suka para biksu. Aku suka berada di rumah Guru utamaku, Yang Mulia Kyabje Zong Rinpoche.

Foto ini adalah ruangan didepan ruanganku. Lalu di belakang ruangan ini adalah kamarku. Di belakangnya ada bangunan indah adalah kapel lainnya yang tidak terhubung secara fisik. Bangunan kami dipisahkan oleh sebuah jalan setapak. Kau bisa melihat puncak kapel yang berwarna merah maroon dan putih berada di belakang kandang sapi di belakang foto ini.

Di bagian kanan kedua ruangan yang saling terhubung itu terdapat sapi-sapi dan kerbau. Ruanganku memiliki retak-retak besar di dinding dan aku melihat sapi-sapi itu dan mereka melihatku setiap hari. Aku perlahan mengecat biru ruangan itu, membersihkannya, dan meletakkan kasur dan meja di dalamnya dan menjadi milikku. Aku memasang kasa di jendela karena pada malam hari ada banyak nyamuk dan ada kipas angin yang mengusir panas. Aku suka kamarku yang sederhana di rumah Guruku di Gaden. Bau dari kerbau sangat kuat, namun kau harus terbiasa. Disini aku membaca, bertapa, melakukan tsok, puja, doa dan melakukan hal lain yang hebat selama beberapa tahun.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 2

Di seberang yang terpisah ada toilet umum dan kamar mandi. Sebelah kiri adalah toilet dan kanan adalah tempat mandi. Ada ular di toilet beberapa kali, tapi tidak membahayakanku

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 3

Ruangan kecilku dan kapel di belakangnyaRuangan kecilku dan kapel di belakangnya

Ketika beliau wafat dan aku mendapat berita di Los Angeles. Seluruh hidupku hancur. Aku tak bisa berhenti menangis berbulan-bulan. Hingga saat ini ketika aku mengetik tentangnya air mataku mengalir. Aku tidak dapat mengatakan betapa aku bisa merindukan seseorang di seluruh hidupku seperti aku merindukan Zong Rinpoche. Bagiku, dia adalah Lama Agung Tibet yang paling sempurna. Tipikal Lama yang sempurna yang kubayangkan ingin menjadi sepertinya. Dia memiliki pengetahuan di Sutra yang sangat mendalam. Guru yang sempurna di Tantra. Memiliki kewaskitaan penuh. Sangat sulit untuk menandingi pengetahuan ritual Rinpoche. Di beberapa kesempatan memanifestasikan kekuatan tantriknya. Aku tidak pernah pulih dari kesedihan karena kepergiannya. Tak ada seharipun lewat tanpa merindukannya. Tiada seharipun lewat tanpa melafalkan mantra namanya selama 25 tahun terakhir. Aku menyimpan foto-foto dan patungnya selalu didekatku. Aku percaya kepada Zong Rinpohe sepenuhnya. Aku memiliki beberapa helai rambutnya yang ia berikan padaku dan selalu bersamaku kemana saja.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 4

Ini adalah jendela di dekat ruanganku tepat di belakangnya. Para biksu sering melintasinya. Teman biksuku sering mengetuk jendela untuk menyapa dan itu adalah masa-masa yang indah.

Ketika aku masuk ke Ladrangnya, energinya menyebar di seluruh tempat meskipun ia tidak disana. Aku datang setelah ia wafat. Aku datang setelah Guruku meninggalkan tubuhnya. Banyak sekali karma negatif hingga aku tak dapat menemuinya lagi. Aku mengelilingi ruangannya, stupanya, ranjangnya, kamar doanya, halamannya, murid-muridnya, pohonnya, tanamannya, kursinya, karpetnya, patungnya, altarnya dan aku merasakan kehadirannya dimana-mana. Aku merasakan kehadiran makhluk tercerahkan ini dimana-mana dan di setiap tempat yang kulihat. Dia memiliki 30 murid yang tinggal di Ladrangnya. Kami adalah murid Zong Ladrang dan aku sangat bangga dan terhormat manjadi bagian dari mereka. Namun Rinpoche telah pergi. Aku kesepian. Aku tersesat, aku sangat merindukannya. Aku menyadari hanya tubuhnya yang pergi, namun menjadi Heruka Cakrasamvara, batinnya ada dimana-mana dan aku harus masuk dalam batinnya agar dapat mengembangkan welas asih, bermanfaat bagi yang lain, merelakan kesedihan, dan bekerja untuk yang lain. Itu adalah satu-satunya cara aku dapat berhubungan kembali dengannya dan aku memutuskan untuk melakukannya.

Lihatlah aku tak pernah begitu menyayangi siapapun seperti aku menyayangi HH Kyabje Zong Rinpoche.

Aku sangat merindukan Zong Ladrang. Beberapa murid di Zong Ladrang sangat baik padaku dan aku mengingat mereka hingga hari ini dan mengirimkan mereka hadiah. Ketika aku tiba di Zong Ladrang pada 1988, aku memiliki sangat sedikit uang, tak dapat berbahasa Tibet, mataku besar dan beralis tebal. Aku sangat miskin namun bahagia. Beberapa kali aku tak cukup makan dan berat badanku turun sampai kurus kering. Tapi aku bahagia. Aku tidak pernah ingin kembali ke kehidupan awam dan pergi ke USA kembali. Aku berada di tempat yang semestinya, tinggal dan wafat disini. Aku ingin berada di Gaden dan Gaden adalah aku.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 5

Sulit dipercaya, tapi itu adalah aku pada masa itu. Aku tidak punya cukup uang. Tak punya cukup makanan. Para biksu yang memiliki donator bisa membeli lebih, tapi aku tak punya donatur. Banyak biksu sepertiku. Beberapa kondisi mereka lebih buruk karena menderita TBC.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 6

Aku memakan tepung jagung yang dimasak (tsampa) bersama dengan teh manis hampir setiap hari.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 7

Aku selalu kelaparan dan tidak mengeluh. Aku ingin berada disana dan bahagia mengalami kemiskinan demi Dharma.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 8

Ini adalah kantor pos yang berjarak 20 menit berjalan dari Gaden dimana aku mengirim dan menerima ribuan surat dan korespondensi. Hampir setiap saat, surat-surat itu tidak tersesat! Tidak ada Western Union saat masaku di Gaden, ini baru-baru saja. Tapi itu bangunan yang sama.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 9

(Aku sangat kurus dan terlihat seperti anak terlantar hehe)

Kemudian pada 2006 aku dari Malaysia berkunjung ke tempat aku tinggal dulu ke kamar lamaku di Zong Ladrang. Aku menceritakan banyak kenangan kepada 62 orang yang bersamaku kemari. Mereka sangat senang untuk mempelajari latar belakangku dan aku dengan rendah hati menceritakannya pada mereka. Lihatlah dibawah ini.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 10

Mengunjungi kamar lamaku mengingatkanku pada masa lalu dan aku menikmati berada disana dan menceritakan tentang tempat itu pada teman-temanku.

Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden 11

Mengunjungi kamar lamaku di Zong Ladrang pada 2006 kami datang dari Malaysia.

Lalu aku pindah dari Zong Ladrang ke rumah pribadiku. Ayahku membangunnya untukku di Gaden setelah dikenali sebagai seorang Rinpoche.

Rumahku dinamakan Tsem Ladrang-Gaden.

Foto-foto ini mengingatkan aku dengan Guruku yang sempurna Kyabje Zong Rinpoche.

Bagaimana ia mengenaliku sebagai reinkarnasi dan mengaajak untuk tinggal di rumahnya (Ladrang) ketika kami bertemu pertama kalinya.

Kenangan dan cinta pada Kyabje Zong Rinpoche adalah apa yang membuatku bertahan dalam situasi yang tersulit dalam hidupku dan aku mendapat banyak rintangan. Dia adalah alasanku untuk tetap bertahan.

Aku menyayangimu selamanya Kyabje Zong Rinpoche. Semoga aku tetap dekat denganmu di setiap kehidupanku hingga aku mencapai pencerahan. Ketika aku mencapai pencerahan di masa depan, izinkan aku menjadikanmu mahkota yang selalu kukenakan di atas kepalaku.

Zong Rinpoche Kyenno!

Tsem Rinpoche

 

 

Peraturan dan Persetujuan Terjemahan

Terjemahan ini adalah hasil pekerjaan dari penerjemah pihak ketiga di luar organisasi Kechara. Apabila terjadi salah paham terhadap pengertian dari materi versi bahasa Indonesia, versi bahasa Inggris akan dianggap sebagai versi yang lebih akurat. Walaupun setiap upaya telah dilakukan untuk memeriksa akurasi dari hasil terjemahan ini, kemungkinan terjadi kesalahan tetap ada. Semua pihak yang menggunakan informasi yang didapat dari artikel ini, melakukan hal tersebut dengan resiko pribadi.

© Hak cipta dari artikel ini dipegang oleh Tsem Tulku Rinpoche. Artikel ini bisa di – download, dicetak, dan gandakan hanya untuk kepentingan pribadi atau kegiatan belajar – mengajar. Kegiatan men-download, menggandakan, tidak boleh dilakukan untuk kepentingan komersial atau untuk mewakili kepentingan perusahaan komersial tanpa ijin eksplisit dari Tsem Tulku Rinpoche. Untuk kepentingan seperti ini, harap menghubungi Ooi Beng Kooi atau Phng Li Kim dari Kechara Media and Publication.

1,154 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Komentar pada Kandang Sapi itu Adalah Rumahku Di Gaden

  1. admin mengatakan:

    Test

Tinggalkan sebuah Komentar

SANGGAHAN SEHUBUNGAN DENGAN KOMENTAR ATAU POSTING YANG BERASAL DARI PIHAK KETIGA DI BAWAH

Untuk catatan komentar atau posting yang berasal dari pihak ketiga dari bagian komentar di bawah tidak mewakili pandangan dari pemilik dan/atau penyelenggara situs ini, kecuali tanggapan yang secara spesifik diberikan oleh pemilik dan/ atau penyelenggara. Semua komentar atau posting atau pendapat, diskusi atau pandangan lain yang diberikan di bagian komentar di bawah tidak mewakili pandangan kami dan tidak boleh dianggap seperti itu. Kami memiliki hak untuk menghapus komentar/ pandangan yang menurut kami ofensif, tetapi bila karena jumlah atau keterbatasan sumber daya komentar atau pandangan tersebut tidak terdeteksi dan tidak dihapus, bukan berarti kami menyetujui komentar tersebut.

Kami berharap para pemberi komentar, posting, pendapat, pandangan, atau peserta diskusi di bawah akan bertindak secara bertanggung jawab dan tidak terlibat atau pernyataan yang bersifat fitnah atau menghasut dan menghina atau mengejek pihak dan individu manapun atau keyakinan mereka atau melanggar hukum.