Tebak apa yang kami lakukan di Gunung Rinjani

Teman-teman di seluruh dunia,

Apakah anda mengetahui aku memiliki seorang teman dan murid yang baik, Ibu Valentina yang yang telah bekerja melewati berbagai tantangan yang tak terhitung untuk mendirikan Kechara Soup Kitchen (Yayasan Kechara Indonesia) di Jakarta Indonesia?! Silahkan dibaca di artikel ini tentang pencapaiannya dan beberapa temannya yang luar biasa demi orang-orang yang membutuhkan. Aku harus mengatakan aku sangat bangga dengan Valentina dan aku melihatnya sebagai seorang yang sangat baik, murah hati, dan tulus. Dia melakukan apa yang ia janjikan dan tidak mengambil apapun untuk dirinya sendiri. Sama sekali tidak. Dia seorang yang sangat bertanggung jawab dan seorang pemimpin yang baik karena memimpin dengan integritas. Aku memintanya untuk menulis mengenai pendaki-pendaki kami yang berani dan welas asih. Aku berterima kasih kepada para pendaki atas usaha keras mereka dan aku senang mereka semua tiba di rumah dengan selamat. Kalian semua adalah orang-orang yang peduli dengan yang lainnya dalam hati kalian.

Yayasan Kechara Indonesia didirikan pada tanggal 15 Juni 2012 di hadapan notaris di Jakarta yang kemudian diresmikan pada tanggal 17 Oktober 2012 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Indonesia.

Semenjak itu, itu telah menandakan formalisasi pekerjaan baik yang dilakukan oleh teman-teman Indonesia kami dalam kapasitas mereka selama beberapa tahun terakhir. Satu dari mereka telah melakukan usaha penggalangan dana untuk banyak aktivitas-aktivitas kemanusiaan dan spiritual mereka.

2 minggu lalu, 4 relawan dari Yayasan Kechara Indonesia mendaki Gunung Rinjani. Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif dan merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia! Kebanyakan dari mereka belum pernah mendaki gunung sebelumnya, namun mereka memutuskan untuk memberanikan diri menghadapi kondisi yang keras untuk mengumpulkan dana untuk membiayai program dan operasional mereka.

Aku bersukacita untuk semua yang berpartisipasi dalam tantangan penggalangan dana ini. Dibandingkan dengan membuat alasan tidak mempunyai cukup dana untuk melanjutkan aktivitas mereka dan berkembang, mereka menemukan cara dan solusi yang kreatif. Seperti yang mereka katakan, jika itu penting bagimu, maka kamu akan menemukan caranya! Dibawah ini adalah pernyataan yang ditulis oleh salah satu relawan. Ingatlah bahwa kita semua tidak harus mendaki gunung luar, namun taklukkan puncak ketakutan di batin kita untuk melakukan sesuatu untuk yang lainnya. Silahkan dibaca.

Tsem Rinpoche

Tantangan Kechara Indonesia 2014: Menaklukkan Gunung Rinjani

Pada pertengahan September 2014, 4 relawan pemberani Yayasan Kechara Indonesia (“Kechara Indonesia”) mendaki Gunung Rinjani (3.726m diatas permukaan laut) untuk menunjukkan komitmen mereka dan menggalang dana untuk biaya operasional dan berbagai program filantropis Kechara Indonesia.

Kechara Indonesia adalah sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk memberi manfaat kepada keluarga dan masyarakat dengan latar belakang ekonomi yang kurang beruntung dan memudahkan mereka untuk menghidupi diri mereka sendiri dan keluarga mereka dengan menyediakan kebutuhan penting dan mendanai pendidikan tanpa memandang agama, suku, etnis, dan jender. Kechara Indonesia didirikan oleh murid H.E. Tsem Tulku Rinpoche, Valentina Suhendra, yang tinggal di Indonesia bersama dengan beberapa temannya.

Melakukan tantangan untuk menunjukkan komitmen pada program-program Kechara Indonesia adalah sebuah tradisi yang telah dimulai pada tahun 2012. Pada waktu itu, Valentina dan beberapa relawan yang berkomitmen ingin meresmikan aktivitas amal menjadi NGO (“Yayasan” dalam bahasa Indonesia).

Tantangan pertama YKI digagas oleh Hau Shio Wei yang menjadi relawan untuk mendaki Gunung Peclet (3.561m diatas permukaan laut) di Prancis untuk melunasi pinjaman dalam mendirikan Yayasan Kechara Indonesia. Itu adalah pendakian yang bersejarah dan Shio Wei menyelesaikan pendakian dan mengibarkan bendera Kechara Indonesia dengan logo – Compassion Knows No Barrier di puncak Peclet. Karena kesuksesan ini, Valentina Suhendra berhasil melunasi pinjamannya dan mendirikan Yayasan Kechara Indonesia.

Kesuksesan Shio Wei pada tantangan pertama, menginsiprasi relawan lainnya untuk melakukan tantangan yang sama. Lalu, pada bulan Mei 2013,, 5 relawan dari Kechara Indonesia (yaitu, Valentina Suhendra, Hau Shio Wei, Yudhono Rawis, soo Woon Loong, dan Hyang Augustiana) memutuskan untuk mendaki Gunung Semeru untuk menunjukkan komitmen kami untuk perbuatan amal. Saat itu, kami mendapatkan beberapa sponsor korporasi seperti KPMG Indonesia, Macrokiosk, dan Syailendra Asia. Tantangan ini berjalan sukses dan para relawan menyelesaikan pendakian dan mengibarkan bendera (dan semua bendera sponsor dari korporasi) di puncak tertinggi di pulau Jawa.

Sejalan dengan tradisi, pada bulan September 2014, Shio Wei dan beberapa temannya (Liew Kong Qian, Ray Astamangala, dan Chee Hou) memutuskan untuk mengambil tantangan yang lebih berat, mendaki Gunung Rinjani yang lebih tinggi dibandingkan gunung sebelumnya yang pernah didaki relawan Kechara Indonesia sebelumnya. Banyak sponsor Kechara Indonesia dan relawan lainnya menanyakan alasan untuk mengambil tantangan itu dan mengapa relawan-relawan ini (banyak yang belum pernah melakukan pendakian gunung) memutuskan untuk mengikuti tantangan seperti ini. Berikut ini penuturan yang mengharukan dari mereka:

Shio Wei

Sewaktu kecil, orangtuaku mengatakan padaku untuk belajar untuk hidup dengan kebaikan hati.

“Meskipun terkadang kebaikanmu tidak selalu dihargai, itu memberikan dampak yang baik setiap saat. Semakin terlihat tidak dihargai, semakin banyak yang membutuhkan, dan semakin banyak perbedaan positif yang bisa anda buat.

Kebaikan hati bukanlah sesuatu yang akan hilang jika terus digunakan. Semakin tulus kebaikan hati yang anda berikan, akan ada semakin banyak kebaikan yang bisa diberikan untuk setiap orang. Hal ini membentuk diriku dan alasan mengapa aku selalu termotivasi utnuk menjadi relawan dengan mendaki untuk mendukung program penggalangan dana Yayasan Kechara Indonesia sejak 2 tahun silam.

Aku berharap setiap orang dapat mempraktekkan hidup dengan kebaikan hati, dan nilai dari setiap tindakan tersebut akan terus berlipat ganda. Hidup dengan kebaikan hati dan anda hidup dengan kekuatan untuk membuat perbeddan dalam hidup setiap orang yang anda sentuh

Liew Kong Qian

Bekerja di Jakarta selama hampir 2 tahun, dan aku mendengar tentang Gunung Rinjani beberapa kali namun tidak memiliki kesempatan untuk pergi. Dan akhirnya tahun ini aku terdorong untuk melakukan pendakian gunung ini dalam program penggalangan dana Yayasan Kechara Indonesia.

Aku berkata pada diriku sendiri bahwa sebuah yayasan amal bergantung padaku untuk melakukan penggalangan dana. Aku tidak boleh membuat mereka putus asa. Ini akan menjadi elemen penting yang mendorong diriku untuk terus berlatih, bahkan menjadi motivasi tambahan untuk menyelesaikan perjalanan pendakian ini pada hari besar tersebut.

Ray Astamangala

Aku telah tinggal di Jakarta selama hampir 10 tahun. Banyak yang mengatakan aku seorang yang lucu, bersemangat, kuat dan baik. Ketika aku diajak untuk menjadi relawan pendakian untuk program penggalangan dana YKI, aku bertanya pada diriku sendiri apabila aku hendak mengambil tantangan tersebut dan berpikir: ‘Apa tujuan yang sebenarnya aku menantang diriku sendiri daripada hanya sekedar mendaki pucak Gunung Rinjani karena aku telah menaklukkan banyak gunung sebelumnya?’. Dan aku menemukan jawabannya: mengumpulkan donasi adalah alasan utamaku untuk mencapai puncak pada kesempatan ini. Aku ingin menjadkan waktuku berharga untuk sesuatu dengan membuat sesuatu yang bermakna.

Chee Hou

Hmm.. Aku berpikir membiarkan hidupku dihujani berbagai macam tantangan, aku lebih baik terus maju dan melakukan suatu tantangan yang bermakna. Selama aku dapat melakukan usaha yang terbaik dengan semua latihan yang keras selama beberapa minggu ke depan untuk mempersiapkan diriku dalam pendakian pertama dalam hidupku, menaklukkan Gunung Rinjani di Lombok, itu akan dengan pasti memberikan makna baru dalam hidupku.

Mendaki sebuah gunung yang menantang seperti Gunung Rinjani tidaklah mudah. Itu adalah sebuah tantangan yang serius. Melakukan aktivitas ini demi manfaat yang lainnya pastinya memberikan tambahan keberanian bagi para pendaki yang berani dan baik hati ini. Ketika para pendaki diwawancarai untuk artikel ini, kita dapat melihat mereka sangat bahagia dan bangga dengan pencapaian mereka. Mereka berbagi banyak cerita lucu, menggambarkan ketakutan mereka saat mendaki,hambatan yang mereka alami seperti lupa mandi dan kesulitan tidur menguras banyak energi mereka yang dibutuhkan selama pendakian. Yang terpenting adalah mereka selamat dan senang. Kechara Indonesia sangat beruntung memiliki orang-orang yang berani dan baik hati sebagai anggota dan kontributor.

Setelah sukses dalam tantangan di Gunung Rinjani, Valentina menemui para pendaki dan memberikan sebuah tza tza Buddha yang indah satu-persatu untuk mereka dari H.E. Tsem Tulku Rinpoche. Semoga para pendaki diberkahi oleh Buddha di kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang dan selalu terinspirasi untuk memberi manfaat kepada yang lainnya.

Kechara Indonesia adalah organisasi yang unik karena orang-orangnya. Sebagai organisasi asing pertama yang didirikan sebagai perpanjangan tangan dari organisasi Kechara, tim Kechara Indonesia menunjukkan kalau mereka kreatif, berani, murah hati, dan ingin keluar dari zona nyaman mreka untuk membantu yang lainnya. Sama seperti orang pada umumnya, mereka memiliki ketakutan dan keraguan sendiri. Bagaimanapun, perwujudan dalam memberikan manfaat kepada yang lainnya jauh lebih penting yang memberikan mereka keberanian dan memikirkan banyak cara yang kreatif untuk menggalang dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan aktifitas mereka yang bermanfaat.

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 1

Para pendaki setelah sukses dalam pendakian Gunung Rinjani. Mereka bertemu untuk makan malam dan dihadiahi dengan sebuah tsa-tsa dari H.E. Tsem Rinpoche.

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 2

Shio Wei yang pemberani diatas puncak Rinjani.

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 3

Berjalan diatas pasir.

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 4

Di sekitar api unggun di tengah malam yang dingin

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 5

Selama Pendakian

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 6

Perjalanan di turunan yang curam

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 7

Selama Pendakian

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 8

Wajah-wajah pendaki Kechara Indonesia

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 9

Gerbang masuk

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 10

Para pendaki dibantu oleh pemandu

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 11

Bertahan dengan lampu selama pendakian

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 12

Mengibarkan bendera Kechara Indonesia selama pendakian. Kechara diatas puncak Rinjani!

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 13

Para pendaki kami yang berani

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 14

Bendera Kechara di puncak Rinjani. Aku berterima kasih kepada semuanya yang berpartisipasi dalam pendakian ini atas semua kerjakeras kalian dan aku bahagi kalian semua kembali dengan selamat.

Tebak apa yang kami lakukan di gunung rinjani 15

Ibu Valentina Suhendra

1,604 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan sebuah Komentar

SANGGAHAN SEHUBUNGAN DENGAN KOMENTAR ATAU POSTING YANG BERASAL DARI PIHAK KETIGA DI BAWAH

Untuk catatan komentar atau posting yang berasal dari pihak ketiga dari bagian komentar di bawah tidak mewakili pandangan dari pemilik dan/atau penyelenggara situs ini, kecuali tanggapan yang secara spesifik diberikan oleh pemilik dan/ atau penyelenggara. Semua komentar atau posting atau pendapat, diskusi atau pandangan lain yang diberikan di bagian komentar di bawah tidak mewakili pandangan kami dan tidak boleh dianggap seperti itu. Kami memiliki hak untuk menghapus komentar/ pandangan yang menurut kami ofensif, tetapi bila karena jumlah atau keterbatasan sumber daya komentar atau pandangan tersebut tidak terdeteksi dan tidak dihapus, bukan berarti kami menyetujui komentar tersebut.

Kami berharap para pemberi komentar, posting, pendapat, pandangan, atau peserta diskusi di bawah akan bertindak secara bertanggung jawab dan tidak terlibat atau pernyataan yang bersifat fitnah atau menghasut dan menghina atau mengejek pihak dan individu manapun atau keyakinan mereka atau melanggar hukum.