Mengatasi Rasa Takut dan Depresi

Siapa yang tidak punya rasa takut? Semua orang punya. Rahasianya adalah kita juga memiliki KEBERANIAN. Berfokuslah pada keberanian dan rasa takut AKAN MENGHILANG secara pasti. MEMENUHI JANJI MEMBANGUN INTEGRITAS.

“Saya tidak dapat terbang tetapi saya dapat naik pesawat terbang. Saya tidak dapat melihat masa depan, TETAPI SAYA AKAN BERUSAHA SEBAIK-BAIKNYA DAN MENYELESAIKANNYA.”

Dunia saya hancur saat saya remaja. GURU SAYA H.H. ZONG RINPOCHE MENINGGAL DUNIA. Saya berada di L.A. tetapi saya menghormati janji saya kepada Beliau. Menepati janji saya kepada Kyabje Zong Rinpoche membawa kehidupan saya kepada jalur yang lain – dari Los Angeles ke Gaden di India. Dan saya bersyukur telah melakukannya.

Bila kalian merasa sakit karena kebenaran, bersyukurlah. Bersembunyi dibalik kebohongan lebih menyakitkan. Bukan kebenaran yang menyakitkan, melainkan tidak hidup didalamnya. Bagaimana kita mengatasi ketakutan? Dengan terus melakukan hal yang benar berulang-ulang. Melakukan hal yang benar tidak seharusnya menciptakan rasa takut. Mengumpulkan kesalahan adalah apa yang menyebabkan ketakutan. Tindakan salah adalah penjahatnya. Melakukan hal yang benar bukalah faktor yang menyakitkan, takut untuk keluar adalah masalahnya.

Penyebab “kebenaran” dapat diubah. Sehingga kebenaran dapat diubah. Tidak ada yang permanen dan solid. Jadi bersantailah dan jangan terlalu tegang. Mengetahui hal-hal dapat mengubah karena semuanya tidak solid atau nyata dan dapat memberikanmu harapan.

Kita tidak harus mendaki gunung Everest untuk membuat orang lain terinspirasi. Terkadang, dengan hanya menjadi diri kita sendiri, melakukan yang terbaik dan naik ke atas bukit sudah cukup. Orang senang membuat orang lain merasa dirinya tidak cukup baik. Mengapa? Karena itulah yang mereka katakan tentang diri mereka. Janganlah membenci mereka, kasihanilah mereka. Beberapa orang mungkin mengambil keuntungan dari kebaikanmu, tetapi hal ini bukanlah alasan yang baik untuk berhenti. Jangan lupakan mereka yang menghargainya.

Langkah pertama untuk lepas dari depresi adalah menyadari bahwa kalian mempunyai kontrol. Tidak ada yang random, tidak dapat diubah atau tidak dapat diselesaikan. Menyadari hal ini adalah langkah pertama. Membuat orang lain merasa bersalah agar kalian merasa lebih baik adalah tidak logis. Bila hal itu adalah benar, maka mereka akan melakukan hal yang sama kepada diri kalian. Bagaimana akhirnya? Membuat orang merasa rendah diri karena tidak berada di “tingkatan” yang sama dengan kalian menunjukan bahwa kalian tidak merasa aman. Hal ini timbul dari rasa takut yang dalam. Ketakutan yang timbul dari egoisme.

Mengapa menyakiti orang lain? Hal ini tidak dapat dicerna, hal ini tidak memberikan manfaat bagi mereka atau diri kalian sendiri. Tetapi yang dapat dimengerti adalah memberikan manfaat bagi orang lain. Hal ini menolong mereka dan kalian sendiri. Bila kalian tidak memiliki rasa takut akan kesakitan, penderitaan, ketidak-beruntungan, bencana, perpisahan, kesendirian, dan depresi, maka terus SAKITILAH ORANG LAIN.

Ketika orang lain mencoba menyakiti kalian, pikirlah mengapa mereka BISA menyakiti kalian? Bila kalian tidak membiarkannya mereka tidak akan bisa menyakiti kalian. KALIAN MEMILIKI KONTROL. Apa yang membuat kalian disakiti adalah persepsi yang salah dan ilusi mengenai orang lain. Lihatlah orang lain dengan sebenarnya dan bukan melalui ekspektasi kalian.

Ekspektasi adalah baik bila pikiran kalian bebas dari persepsi yang salah. Sampai pada saat itu bersabarlah, terimalah, dan jangan terlalu dipikirkan.

Kecuali bila kalian sudah tercerahkan, persepsi kalian akan selalu cacat. Karenanya melatih kesabaran dengan orang lain dan DIRI KALIAN sendiri sangatlah penting. Bersantai bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Ini artinya menyadari, mengerti dan belajar tanpa bereaksi dengan cara yang akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Kalian dapat bersantai dalam situasi apapun bila kalian menyadari tipuan samsara. Keberadaan dalam samsara adalah penderitaan. Karena karma yang menyebabkannya adalah kebodohan. Delusi membuat kita berpikir, bertindak dan bereaksi dengan cara yang membuat keadaan negatif terjadi berulang-ulang.

Peliharalah rasa takutmu bila mereka berguna. Bila tidak, mengapa memelihara mereka? Lebih baik maju, cobalah sesuatu yang baru dan “gagal,” dan cobalah lagi. Kalian akan berhasil suatu hari nanti. Satu-satunya orang yang harus kalian dengarkan adalah diri kalian sendiri. Jadi bila kalian mengatakan kepada diri kalian bahwa kalian cukup baik untuk jujur, ramah, dan penuh cinta kasih, percayailah dirimu. Kalian tidak perlu mendengarkan orang lain yang merendahkan kalian. Mengapa? Karena mereka tidak mengetahui diri kalian sebaik kalian sendiri.

Jadi percayailah dirimu dan bukan keburukanmu.

#Tsem Tulku

 

Peraturan dan Persetujuan Terjemahan

Terjemahan ini adalah hasil pekerjaan dari penerjemah pihak ketiga di luar organisasi Kechara. Apabila terjadi salah paham terhadap pengertian dari materi versi bahasa Indonesia, versi bahasa Inggris akan dianggap sebagai versi yang lebih akurat. Walaupun setiap upaya telah dilakukan untuk memeriksa akurasi dari hasil terjemahan ini, kemungkinan terjadi kesalahan tetap ada. Semua pihak yang menggunakan informasi yang didapat dari artikel ini, melakukan hal tersebut dengan resiko pribadi.

© Hak cipta dari artikel ini dipegang oleh Tsem Tulku Rinpoche. Artikel ini bisa di – download, dicetak, dan gandakan hanya untuk kepentingan pribadi atau kegiatan belajar – mengajar. Kegiatan men-download, menggandakan, tidak boleh dilakukan untuk kepentingan komersial atau untuk mewakili kepentingan perusahaan komersial tanpa ijin eksplisit dari Tsem Tulku Rinpoche. Untuk kepentingan seperti ini, harap menghubungi Ooi Beng Kooi atau Phng Li Kim dari Kechara Media and Publication.

628 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan sebuah Komentar

SANGGAHAN SEHUBUNGAN DENGAN KOMENTAR ATAU POSTING YANG BERASAL DARI PIHAK KETIGA DI BAWAH

Untuk catatan komentar atau posting yang berasal dari pihak ketiga dari bagian komentar di bawah tidak mewakili pandangan dari pemilik dan/atau penyelenggara situs ini, kecuali tanggapan yang secara spesifik diberikan oleh pemilik dan/ atau penyelenggara. Semua komentar atau posting atau pendapat, diskusi atau pandangan lain yang diberikan di bagian komentar di bawah tidak mewakili pandangan kami dan tidak boleh dianggap seperti itu. Kami memiliki hak untuk menghapus komentar/ pandangan yang menurut kami ofensif, tetapi bila karena jumlah atau keterbatasan sumber daya komentar atau pandangan tersebut tidak terdeteksi dan tidak dihapus, bukan berarti kami menyetujui komentar tersebut.

Kami berharap para pemberi komentar, posting, pendapat, pandangan, atau peserta diskusi di bawah akan bertindak secara bertanggung jawab dan tidak terlibat atau pernyataan yang bersifat fitnah atau menghasut dan menghina atau mengejek pihak dan individu manapun atau keyakinan mereka atau melanggar hukum.