The Challenge of climbing Semeru Mountain

Menjalankan tantangan untuk tujuan baik – Kechara Indonesia di Gunung Semeru

Latar belakang

Pada bulan Februari 2013 yang lalu, sekelompok sukarelawan yang berkomitmen dari Kechara Indonesia memutuskan untuk mengambil tantangan mendaki puncak tertinggi di pulau Jawa (3,676, mdpl) untuk menunjukan komitmen kami terhadap tujuan dan mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai aktivitas amal kami yang termasuk pembagian 400 paket makanan setiap minggunya, pendanaan 32 siswa/i dari berbagai sekolah (selain 18 yang sudah lulus di tahun sebelumnya), bantuan dana medis, program vaksinasi, dan bantuan bencana alam. Kami berencana untuk menguji batasan fisik masing-masing selama hal ini tidak membahayakan hidup kami.

Atas tantangan ini, donatur kami telah dengan murah hati mendukung kami dengan memberikan dana bagi tujuan kami.

Tantangan (16 – 19 Mei 2013)

16 Mei 2013

Lima orang dari kami: Saya sendiri, Yudhono Rawis, Hyang Augustiana, dan Hau Shio Wei memulai perjalanan dengan pesawat ke Surabaya. Kemudian kami dijemput menuju tempat bermalam di sebuah penginapan sederhana, Homestay Pak Tasyrip di desa Ranu Pane. Pemandu kami mampir untuk menjelaskan aktivitas kami keesokan harinya. Selain Shio Wei dan Hyang, tidak ada dari kami yang pernah mendaki gunung sebelumnya.

Tantangan pendakian Gunung Semeru 1 Tantangan pendakian Gunung Semeru 2

17 Mei 2013

Hari kami dimulai pada pukul 7:00 AM. Kami memulai perjalanan kami. Kami berjalan sejauh 10.5 KM ke danau Ranu Kumbolo yang indah dimana kami mendapatkan makan siang sederhana di tepi danau. Setelah beristirahat, kami mendaki Tanjakan Cinta yang curam. Di sanalah kami mulai menemukan memoriam orang-orang yang meninggal ketika mencoba mendaki Semeru. Setelah kehabisan nafas karena mendaki Tanjakan Cinta, mata kami mulai dihibur oleh lautan bunga berwarna ungu (seperti lavender). Kami terkagum-kagum. Daerah ini disebut Oro-Oro Ombo. Setelah melewati pemandangan yang luar biasa ini, kami menemukan diri kami di dalam hutan pohon cemara yang luas (Cemoro Kandang). Kami beristirahat dari waktu ke waktu karena hutan ini menanjak dan sangat melelahkan. Hujan juga turun sebentar. Setelah berhasil melewati hutan pohon cemara, kami menemukan diri kami di Jambangan. Daerah ini disebut Jambangan karena seperti pot yang dipenuhi bunga, dan akhirnya pada pukul 4 sore, kami sampai di tempat berkemah kami, Kalimati. Secara keseluruhan, kami telah berjalan (menanjak) 19.5 KM dan sangat melelahkan. Kami makan malam dan tidur di tenda kami.

Tantangan pendakian Gunung Semeru 3 Tantangan pendakian Gunung Semeru 4 Tantangan pendakian Gunung Semeru 5 Tantangan pendakian Gunung Semeru 6 Tantangan pendakian Gunung Semeru 7

18 Mei 2013

Pemandu jalan membangunkan kami pada pukul 12:00 AM untuk bersiap-siap melakukan perjalanan pada hari itu. Kami makan hidangan sederhana untuk sarapan. Empat orang dari kami memakan pengurang rasa sakit karena kaki kami nyeri dari pendakian pada hari sebelumnya. Masing-masing dari kami yang wanita mendapatkan seorang pemandu khusus, sementara yang laki-laki mengikuti. Kami memulai perjalanan pada pukul 1:00 AM. Kami menyeberangi hutan yang curam menuju Arcopodo yang merupakan perbatasan vegetasi dimana kami harus berjalan di pasir. Ketika kami mendaki di hutan, hujan debu turun. Saya beristirahat dari waktu ke waktu dan membiarkan yang lain mendahului. Saya memperhatikan bahwa di beberapa sudut hutan, banyak memoriam dari mereka yang meninggal ketika mendaki gunung Semeru. Pemandu saya bercerita bahwa kebanyakan orang meninggal karena tertimpa batu yang jatuh atau tidak dapat bertahan di udara yang tipis. Akhirnya saya sampai pada perbatasan vegetasi di ketinggian 3,000 mdpl. Pada saat inilah kesulitan tantangan meningkat jauh karena kami berjalan menanjak di pasir yang licin. Di hadapan saya adalah jalan sempit di tengah tebing yang curam. Saya takut ketinggian, jadi saya berkata pada pemandu saya bahwa saya percaya padanya dan saya tidak akan mati. Jadi saya menutup mata sambil berpegangan padanya. Lima langkah seperti 2 langkah karena kaki saya terus terperosot ke bawah.

Tantangan pendakian Gunung Semeru 8

Setelah saya melewati jalan sempit itu, saya kehilangan semua kekuatan sebelum melanjutkan. Tidak jauh dari tempat saya berdiri saya melihat batu di mana Soo duduk dekat api unggun kecil yang disiapkan oleh salah satu pemandu kami). Dia mengatakan pada saya bahwa dia telah memberikan bendera sponsor kami kepada Yudho dan Shio Wei dan dia memutuskan untuk tidak melanjutkan karena stamina nya telah jatuh.

Saya mengucapkan selamat tinggal kepadanya dan melanjutkan perjalanan di pasir. Ketika saya mencapai 3,050 mdpl, kepala saya mulai berputar dan saya merasa mual. Saya melihat sebuah batu dan bersandar. Saya memutuskan untuk bergabung dengan Soo di api karena bila tidak saya akan menyebabkan masalah yang lebih besar bagi pemandu dan kelompok saya.

Hyang, Yudho, dan Shio Wei melanjutkan perjalanan di pasir. Pada ketinggian 3,400 mdpl, pemandu Shio Wei dan Hyang menarik mereka berdua. Yudho tertinggal sendiri yang terus berjalan ke atas. Tongkatnya jatuh ke jurang. Kemudian, dia menginjak tempat yang salah dan terseret jatuh sekitar 5 – 7 meter karena pasirnya sangat licin. Untung saja ada pendaki lain yang lewat dan memberinya air dan madu. Kemudian dia melanjutkan perjalanan (dia kehilangan empat kuku kaki dari pendakian ini).

Hyang, dengan bantuan pemandunya, berhasil mencapai puncak pada ketinggian 3,676 mdpl. Dia menangis haru. Di puncak, Hyang menebarkan berbagai bendera perusahaan yang menjadi donatur kami sesuai janji. Tiba-tiba gunung tersebut memuntahkan asap (biasa disebut gembul). Untung saja, hal ini tidak berbahaya.

Yudho hampir mencapai puncak pada ketinggian 3,500 mdpl ketika dia diperintahkan untuk turun oleh pemandu yang menolong Shio Wei karena tiba-tiba gas beracun keluar dari gunung.

Tantangan pendakian Gunung Semeru 9

Dalam perjalanan turun, matahari telah terbit dan tiba-tiba semua jelas bagi saya rute seperti apa yang saya lalui dalam gelap – ada tebing dan jurang di mana-mana. Saya, seperti yang lain, terheran-heran bagaimana mungkin kita dapat melewati jalan ini. Beberapa dari kami terperosot beberapa kali, tetapi untung saja kami berhasil mencapai base kamp Kalimati dengan selamat. Yang terakhir dari kami tiba pada pukul 11:00 AM. Kami diberi makan siang. Pada pukul 2:00 PM, kami diberi tahu untuk melanjutkan penjalanan turun – rute 19.5 KM yang kami lalui pada hari sebelumnya. Pada saat itu, hujan lebat turun dan rute yang berhasil kami lalui pada hari sebelumnya menjadi licin. Kami berhenti di danau Ranu Kumbolo untuk mengambil nafas dan minum teh panas sebelum melanjutkan. Akan tetapi, gelap datang dengan cepat dan kami mengandalkan lampu senter. Beberapa dari kami jatuh berkali-kali. Akan tetapi kami terus melanjutkan perjalanan. Kami sampai di desa Ranu Pane sekitar pukul 7:00 – 8:00 PM. Kami memilih untuk tetap tinggal di Homestay Pak Tasyrip. Pada hari selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Surabaya dan sampai di Jakarta sekitar 10:30 PM.

Secara keseluruhan, saya rasa ini adalah pengalaman yang berharga bagi kami semua dan kami sangan senang untuk menjalani tantangan ini untuk tujuan mulia.

Tantangan Kechara Indonesia 2015 – Gunung Agung, Bali 7

1,984 total views, 5 views today

Leave a Comment

DISCLAIMER IN RELATION TO COMMENTS OR POSTS GIVEN BY THIRD PARTIES BELOW

Kindly note that the comments or posts given by third parties in the comment section below do not represent the views of the owner and/or host of this Blog, save for responses specifically given by the owner and/or host. All other comments or posts or any other opinions, discussions or views given below under the comment section do not represent our views and should not be regarded as such. We reserve the right to remove any comments/views which we may find offensive but if due to the volume of such comments or limited resources, the non removal and/or non detection of any such comments/views does not mean that we condone the same.

We do hope that the participants of any comments, posts, opinions, discussions or views below will act responsibly and do not engage nor make any statements which are defamatory in nature or which may incite and contempt or ridicule of any party, individual or their beliefs or to contravene any laws.